PETRUS!, DITAKUTI PADA JAMANNYA
Sekilas tentang petrus
Penembakan misterius atau sering disingkat Petrus
adalah suatu operasi rahasia dari Pemerintahan Suharto pada tahun 1980-an untuk
menanggulangi tingkat kejahatan yang begitu tinggi pada saat itu.
Operasi ini secara umum adalah operasi penangkapan dan pembunuhan terhadap
orang-orang yang dianggap mengganggu keamanan dan ketentraman masyarakat.
Pelaku penembakan tak jelas dan tak pernah tertangkap, karena itu muncul
istilah "petrus" (penembak misterius)
Pada jaman itu, orang2 yang mempunyai TATTO ditubuhnya tidak tenang karna isu
yang beredar, korban yg terbunuh rata2 mempunyai tatto. Terhitung ratusan
korban mati ... bahkan ada yg menyebutkan hampir seribu preman mati akibat dari
operasi PETRUS tersebut
Kalau Saja Koruptor Penghianat Bangsa Seangkatan Sama PETRUS Besar Kemungkinan
Sudah Habis..
Setelah Kemarin Diperingati Sebagai Hari Kelahiran Bapak Proklamator Kita
Hari Ini Tepat 93 Tahun Yang Lalu Bapak Pembangunan Kita SOEHARTO Dilahirkan...
Sabtu, 26 Juli 2014
Bukti Intervensi Asing yang Tak Ingin Prabowo Jadi Presiden
Selasa, 8 Juli 2014 - 07:07 wib | Arief Setyadi - Okezone
)JAKARTA -
Intervensi asing di kancah pemilihan presiden dan wakil presiden 9 Juli 2014
kian terlihat nyata. Salah satunya berbagai upaya untuk menjatuhkan
capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terus bermunculan sementara asing
berusaha keras untuk memenangkan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman mengaku selama dua bulan terakhir melakukan monitor dan mengumpulkan berbagai bukti intervensi asing dalam pilpres kali ini.
"Bukti-bukti ini membuktikan bahwa yang terjadi bukanlah spontanitas, tetapi terkoordinasi dengan baik oleh sebuah kekuatan besar. Mereka benar-benar tidak ingin Prabowo jadi Presiden RI menggantikan SBY," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/7/2014).
Jajat pun mencatat di antaranya ada delapan bukti intervensi asing dalam pilpres 2014 yang telah dikumpulkan oleh NCID. Pertama, pernyataan keberpihakan dari majalah Time dan majalah The Economist. Kedua majalah ini secara terbuka mengatakan bahwa Prabowo tidak boleh sampai jadi Presiden RI.
Kedua, adanya intimidasi kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang hendak memilih di depan KJRI Perth, Australia oleh Warga Negara Asing (WNA) yang mengampanyekan kemerdekaan Papua. Mereka meminta WNI untuk memilih Jokowi dan mengatakan hanya orang bodoh yang memilih Prabowo. Tercatat beberapa WNI yang tinggal di Perth melaporkan kejadian ini melalui media sosial.
Ketiga, pernyataan keberpihakan kepada Jokowi oleh artis-artis asal Amerika dan Inggris seperti Jason Mraz, Sting dan Akarna, serta bintang porno Vicky Vette. Pengumuman yang dilakukan H-1 menjelang pemilihan dengan penyeragaman tagar jelas menunjukkan adanya koordinasi, bukan aksi spontanitas.
Keempat, kemunculan penulis asal Amerika Allan Nairn dengan tulisan yang memojokkan Prabowo. Di kalangan diplomat Indonesia, Allan dikenal memiliki rekam jejak menulis berita palsu tentang TNI. Mantan Duta Besar Indonesia untuk AS Dino Patti Djalal mengatakan Allan Nairn sudah sejak lama selalu mencari peluang untuk memecah belah Indonesia.
Kelima, kemunculan iklan yang mempromosikan Jokowi dan mendiskreditkan Prabowo di Google, YouTube dan jaringan iklan AdSense. Padahal di situsnya sendiri secara eksplisit, Google melarang segala jenis iklan politik untuk ditayangkan di Indonesia.
Keenam kata dia, penutupan secara serentak beberapa akun yang secara terbuka tidak mendukung Jokowi, tidak lama setelah pertemuan Jokowi dengan direktur politik Twitter Peter Greenberger di Jakarta.
Ketujuh, pernyataan Duta Besar Amerika untuk Indonesia Robert Blake pada 23 Juni 2014. Ia mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa Pemerintah RI harus mengusut dugaan kasus HAM Prabowo. Pernyataan terbuka ini memicu reaksi keras dari DPR karena merupakan bukti konkrit campur tangan Amerika dalam Pemilu Presiden Indonesia.
Kedelapan, pemberitaan palsu oleh Bloomberg mengenai transaksi saham MNC Group yang mendiskreditkan pasangan Prabowo-Hatta. Pada 20 Juni 2014, Bloomberg mengatakan bahwa Prabowo-Hatta memborong saham MNC Group. Padahal transaksi tersebut tidak pernah terjadi alias fiktif.
Dari catatan itu, kata Jajat, intervensi asing sangat terlihat jelas dengan terus berupaya menurunkan elektabilitas Prabowo. Namun, cara yang dilakukan itu malah berbanding terbalik karena hal itu justru semakin menguatkan keyakinan rakyat Indonesia, bahwa Prabowo merupakan presiden yang harus dipilih pada hari pencoblosan nanti.
Hal itu disebabkan oleh pernyataan legendaris Bung Karno tentang intervensi asing.
"Bung Karno mengatakan: Ingatlah pesanku, jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti, atau dicacimaki asing karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing itu. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuji-puji asing, karena ia akan memperdayaimu," pungkasnya. (put)
Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman mengaku selama dua bulan terakhir melakukan monitor dan mengumpulkan berbagai bukti intervensi asing dalam pilpres kali ini.
"Bukti-bukti ini membuktikan bahwa yang terjadi bukanlah spontanitas, tetapi terkoordinasi dengan baik oleh sebuah kekuatan besar. Mereka benar-benar tidak ingin Prabowo jadi Presiden RI menggantikan SBY," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/7/2014).
Jajat pun mencatat di antaranya ada delapan bukti intervensi asing dalam pilpres 2014 yang telah dikumpulkan oleh NCID. Pertama, pernyataan keberpihakan dari majalah Time dan majalah The Economist. Kedua majalah ini secara terbuka mengatakan bahwa Prabowo tidak boleh sampai jadi Presiden RI.
Kedua, adanya intimidasi kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang hendak memilih di depan KJRI Perth, Australia oleh Warga Negara Asing (WNA) yang mengampanyekan kemerdekaan Papua. Mereka meminta WNI untuk memilih Jokowi dan mengatakan hanya orang bodoh yang memilih Prabowo. Tercatat beberapa WNI yang tinggal di Perth melaporkan kejadian ini melalui media sosial.
Ketiga, pernyataan keberpihakan kepada Jokowi oleh artis-artis asal Amerika dan Inggris seperti Jason Mraz, Sting dan Akarna, serta bintang porno Vicky Vette. Pengumuman yang dilakukan H-1 menjelang pemilihan dengan penyeragaman tagar jelas menunjukkan adanya koordinasi, bukan aksi spontanitas.
Keempat, kemunculan penulis asal Amerika Allan Nairn dengan tulisan yang memojokkan Prabowo. Di kalangan diplomat Indonesia, Allan dikenal memiliki rekam jejak menulis berita palsu tentang TNI. Mantan Duta Besar Indonesia untuk AS Dino Patti Djalal mengatakan Allan Nairn sudah sejak lama selalu mencari peluang untuk memecah belah Indonesia.
Kelima, kemunculan iklan yang mempromosikan Jokowi dan mendiskreditkan Prabowo di Google, YouTube dan jaringan iklan AdSense. Padahal di situsnya sendiri secara eksplisit, Google melarang segala jenis iklan politik untuk ditayangkan di Indonesia.
Keenam kata dia, penutupan secara serentak beberapa akun yang secara terbuka tidak mendukung Jokowi, tidak lama setelah pertemuan Jokowi dengan direktur politik Twitter Peter Greenberger di Jakarta.
Ketujuh, pernyataan Duta Besar Amerika untuk Indonesia Robert Blake pada 23 Juni 2014. Ia mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa Pemerintah RI harus mengusut dugaan kasus HAM Prabowo. Pernyataan terbuka ini memicu reaksi keras dari DPR karena merupakan bukti konkrit campur tangan Amerika dalam Pemilu Presiden Indonesia.
Kedelapan, pemberitaan palsu oleh Bloomberg mengenai transaksi saham MNC Group yang mendiskreditkan pasangan Prabowo-Hatta. Pada 20 Juni 2014, Bloomberg mengatakan bahwa Prabowo-Hatta memborong saham MNC Group. Padahal transaksi tersebut tidak pernah terjadi alias fiktif.
Dari catatan itu, kata Jajat, intervensi asing sangat terlihat jelas dengan terus berupaya menurunkan elektabilitas Prabowo. Namun, cara yang dilakukan itu malah berbanding terbalik karena hal itu justru semakin menguatkan keyakinan rakyat Indonesia, bahwa Prabowo merupakan presiden yang harus dipilih pada hari pencoblosan nanti.
Hal itu disebabkan oleh pernyataan legendaris Bung Karno tentang intervensi asing.
"Bung Karno mengatakan: Ingatlah pesanku, jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti, atau dicacimaki asing karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing itu. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuji-puji asing, karena ia akan memperdayaimu," pungkasnya. (put)
GIBBAH!!! MASYAALLAH. . . .!
HUSSSSSSSSSSSSSSS!!!!!!!
Ir- Sesungguhnya penyakit-penyakit yang
timbul karena lisan yang tidak terkendali sangatlah banyak, namun di sana ada
sebuah penyakit yang paling merajalela dan menjangkiti kaum muslimin. Penyakit
tersebut terasa sangat ringan di mulut, lezat untuk diucapkan, dan nikmat untuk
didengarkan (bagi orang-orang yang jiwa mereka telah terasuki hawa syaitan),
namun dosanya sangatlah besar….penyakit tersebut adalah ghibah.
Betapa banyak persahabatan dua sahabat
karib yang akhirnya terputus karena diakibatkan ghibah…???
Betapa banyak kedengkian yang tumbuh dan
berkobar di dada-dada kaum muslimin dikarenakan ghibah...???
Betapa banyak permusuhan terjadi
diantara kaum muslimin diakibatkan sebuah kalimat ghibah…???
Dan betapa banyak pahala amalan
seseorang yang sia-sia dan gugur diakibatkan oleh ghibah yang dilakukannya…???
Serta betapa banyak orang yang disiksa
dengan siksaan yang pedih dikarena ghibah yang dilakukannya…???
Namun perkaranya adalah sangat
menyedihkan sebagaimana perkataan Imam An-Nawawi, “Ketahuilah bahwasanya ghibah
merupakan perkara yang terburuk dan terjelek serta perkara yang paling tersebar
di kalangan manusia, sampai-sampai tidaklah ada yang selamat dari ghibah
kecuali hanya sedikit orang”. -Semoga Allah menjadikan kita menjadi “sedikit
orang” tersebut yang selamat dari penyakit ghibah. Amiiin-
APA ITU GHIBAH?
Menggunjing, menceritakan ‘aib orang
lain tanpa ada hajat sama sekali, inilah yang disebut dengan ghibah. Karena
ghibah artinya membicarakan ‘aib orang lain sedangkan ia tidak ada di saat
pembicaraan. ‘Aib yang dibicarakan tersebut, ia tidak suka diketahui oleh orang
lain.
Keterangan tentang ghibah dijelaskan
dalam hadits berikut,
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya, “Tahukah kamu, apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.” Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu tentang dirinya, maka berarti kamu telah menggibahnya (menggunjingnya). Namun apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah memfitnahnya (menuduh tanpa bukti).” (HR. Muslim no. 2589, Bab Diharamkannya Ghibah)
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya, “Tahukah kamu, apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.” Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu tentang dirinya, maka berarti kamu telah menggibahnya (menggunjingnya). Namun apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah memfitnahnya (menuduh tanpa bukti).” (HR. Muslim no. 2589, Bab Diharamkannya Ghibah)
PEMAKAN BANGKAI SAUDARANYA
Adapun dosa ghibah dijelaskan dalam
firman Allah Ta’ala,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)
Kata Ibnu Katsir rahimahullah, “Ghibah
diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan para ulama). Dan tidak ada
pengecualian dalam hal ini kecuali jika benar-benar jelas maslahatnya.” (Tafsir
Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, Muassasah Qurthubah, 13/160)
Asy Syaukani rahimahullah mengatakan,
“Allah Ta’ala memisalkan ghibah (menggunjing orang lain) dengan memakan bangkai
seseorang. Karena bangkai sama sekali tidak tahu siapa yang memakan dagingnya.
Ini sama halnya dengan orang yang hidup juga tidak mengetahui siapa yang
menggunjing dirinya. Demikianlah keterangan dari Az Zujaj.” (Fathul Qodir,
Muhammad bin ‘Ali, Asy Syaukani, Mawqi’ At Tafasir, 7/17)
Asy Syaukani rahimahullah kembali
menjelaskan, “Dalam ayat di atas terkandung isyarat bahwa kehormatan manusia
itu sebagaimana dagingnya. Jika daging manusia saja diharamkan untuk dimakan,
begitu pula dengan kehormatannya dilarang untuk dilanggar. Ayat ini menjelaskan
agar seseorang menjauhi perbuatan ghibah. Ayat ini menjelaskan bahwa ghibah
adalah perbuatan yang teramat jelek. Begitu tercelanya pula orang yang melakukan
ghibah.”
BOLEHNYA GHIBAH
Ghibah dan memfitnah (menuduh tanpa
bukti) sama dua keharaman. Namun untuk ghibah dibolehkan jika ada tujuan yang
syar’i yaitu dibolehkan dalam enam keadaan sebagaimana dijelaskan oleh Yahya
bin Syarf An Nawawi rahimahullah. Enam keadaan yang dibolehkan menyebutkan ‘aib
orang lain adalah sebagai berikut:
1. Mengadu tindak kezholiman kepada penguasa atau pada pihak yang berwenang. Semisal mengatakan, “Si Ahmad telah menzholimiku.”
2. Meminta tolong agar dihilangkan dari suatu perbuatan mungkar dan untuk membuat orang yang berbuat mungkar tersebut kembali pada jalan yang benar. Semisal meminta pada orang yang mampu menghilangkan suatu kemungkaran, “Si Rahmat telah melakukan tindakan kemungkaran semacam ini, tolonglah kami agar lepas dari tindakannya.”
3. Meminta fatwa pada seorang mufti seperti seorang bertanya mufti, “Saudara kandungku telah menzholimiku demikian dan demikian. Bagaimana caranya aku lepas dari kezholiman yang ia lakukan.”
4. Mengingatkan kaum muslimin terhadap suatu kejelekan seperti mengungkap jeleknya hafalan seorang perowi hadits.
5. Membicarakan orang yang terang-terangan berbuat maksiat dan bid’ah terhadap maksiat atau bid’ah yang ia lakukan, bukan pada masalah lainnya.
6. Menyebut orang lain dengan sebutan yang ia sudah ma’ruf dengannya seperti menyebutnya si buta. Namun jika ada ucapan yang bagus, itu lebih baik. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, Dar Ihya’ At Turots, cetakan kedua, 1392, 16/124-125)
1. Mengadu tindak kezholiman kepada penguasa atau pada pihak yang berwenang. Semisal mengatakan, “Si Ahmad telah menzholimiku.”
2. Meminta tolong agar dihilangkan dari suatu perbuatan mungkar dan untuk membuat orang yang berbuat mungkar tersebut kembali pada jalan yang benar. Semisal meminta pada orang yang mampu menghilangkan suatu kemungkaran, “Si Rahmat telah melakukan tindakan kemungkaran semacam ini, tolonglah kami agar lepas dari tindakannya.”
3. Meminta fatwa pada seorang mufti seperti seorang bertanya mufti, “Saudara kandungku telah menzholimiku demikian dan demikian. Bagaimana caranya aku lepas dari kezholiman yang ia lakukan.”
4. Mengingatkan kaum muslimin terhadap suatu kejelekan seperti mengungkap jeleknya hafalan seorang perowi hadits.
5. Membicarakan orang yang terang-terangan berbuat maksiat dan bid’ah terhadap maksiat atau bid’ah yang ia lakukan, bukan pada masalah lainnya.
6. Menyebut orang lain dengan sebutan yang ia sudah ma’ruf dengannya seperti menyebutnya si buta. Namun jika ada ucapan yang bagus, itu lebih baik. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, Dar Ihya’ At Turots, cetakan kedua, 1392, 16/124-125)
Jika kita sudah tahu demikian tercelanya
membicarakan ‘aib saudara kita –tanpa ada maslahat-, maka sudah semestinya kita
menjauhkan diri dari perbuatan tersebut. ‘Aib kita sebenarnya lebih banyak
karena itulah yang kita ketahui. Dibanding ‘aib orang lain, sungguh kita tidak
mengetahui seluk beluk dirinya.
Nasehat ini adalah nasehat untuk diri sendiri karena asalnya nasehat adalah memang demikian. Ya Allah, tunjukkanlah pada kami jalan untuk selalu memperbaiki jiwa ini. Amin Yaa Samii’um Mujiib.
Nasehat ini adalah nasehat untuk diri sendiri karena asalnya nasehat adalah memang demikian. Ya Allah, tunjukkanlah pada kami jalan untuk selalu memperbaiki jiwa ini. Amin Yaa Samii’um Mujiib.
Semoga bermanfaat
Kamis, 24 Juli 2014
STOP KOREK KOREK TELINGA!!
insinyor-
Sekilas, mengorek-ngorek kotoran berwarna kekuningan di telinga memang
terasa nikmat. Tapi perlu diketahui, kotoran berwarna kekuningan bernama
cerumen itu berfungsi bertugas menjaga agar gendang telinga jauh dari kotaran
dan debu. Jadi, stop korek-korek kuping.
“Keberadaan cerumen untuk menjaga saluran pendengaran bersih,” kata Douglas Backous, MD, ketua komite pendengaran dari American Academy of Otalaryngology-Head and Neck Surgery (AAO-HNSF) sekaligus direktur bedah pendengaran dan tengkorak di Swedish Neuroscience Institute, Seattle.
Kotoran telinga atau cerumen tidak hanya membantu menjaga kebersihan gendang telinga tapi juga memiliki khasiat antibakteri dan fungsi pelumas. Zat ini sebaiknya tak dibersihkan karena telinga manusia bisa membersihkan diri sendiri.
Setelah cerumen kering, setiap gerakan rahang seperti mengunyah saat makan atau mengobrol akan membantu cerumen keluar dari pembukaan telinga.
Celakanya, kita sering sering sok tahu membersihkan cerumen dari telinga memakai cotton bud. Ujung pembersih ini memang cukup kecil namun cukup kuat untuk mendorong cerumen masuk lebih dalam, bukannya terdorong keluar dari telinga. “Cerumen yang terperangkap juga dihinggapi jamur, bakteri dan virus. Ini berpotensi menyebabkan sakit dan infeksi,” kata Backous, tegas.
Selain itu, mendorong cerumen masuk ke dalam juga dapat menghalangi saluran telinga dan menyebabkan kehilangan pendengaran. Malah ketika terdorong jauh lebih ke dalam, gendang telinga jadi pecah.
Untuk informasi, setiap tahun sekitar 12 juta warga Amerika Serikat berobat ke dokter dengan keluhan cerumen berlebih. Pemeriksaan itu mengungkapkan sekitar delapan juta prosedur medis penghilangan cerumen setiap tahun oleh dokter. Tentu ini beda dengan tindakan ear candle yang sempat populer ditawarkan di sejumlah salon kecantikan itu.
Memang rasanya aneh bila kita tak lagi mengorek-ngorek demi membersihkan telinga. Ternyata, kata Backous, semakin kita sering mengorek telinga, tubuh kita mengeluarkan lebih banyak histamine yang sebenarnya bikin kulit iritasi dan radang. Jadi, stop korek-korek telinga! (Kompas.com)
“Keberadaan cerumen untuk menjaga saluran pendengaran bersih,” kata Douglas Backous, MD, ketua komite pendengaran dari American Academy of Otalaryngology-Head and Neck Surgery (AAO-HNSF) sekaligus direktur bedah pendengaran dan tengkorak di Swedish Neuroscience Institute, Seattle.
Kotoran telinga atau cerumen tidak hanya membantu menjaga kebersihan gendang telinga tapi juga memiliki khasiat antibakteri dan fungsi pelumas. Zat ini sebaiknya tak dibersihkan karena telinga manusia bisa membersihkan diri sendiri.
Setelah cerumen kering, setiap gerakan rahang seperti mengunyah saat makan atau mengobrol akan membantu cerumen keluar dari pembukaan telinga.
Celakanya, kita sering sering sok tahu membersihkan cerumen dari telinga memakai cotton bud. Ujung pembersih ini memang cukup kecil namun cukup kuat untuk mendorong cerumen masuk lebih dalam, bukannya terdorong keluar dari telinga. “Cerumen yang terperangkap juga dihinggapi jamur, bakteri dan virus. Ini berpotensi menyebabkan sakit dan infeksi,” kata Backous, tegas.
Selain itu, mendorong cerumen masuk ke dalam juga dapat menghalangi saluran telinga dan menyebabkan kehilangan pendengaran. Malah ketika terdorong jauh lebih ke dalam, gendang telinga jadi pecah.
Untuk informasi, setiap tahun sekitar 12 juta warga Amerika Serikat berobat ke dokter dengan keluhan cerumen berlebih. Pemeriksaan itu mengungkapkan sekitar delapan juta prosedur medis penghilangan cerumen setiap tahun oleh dokter. Tentu ini beda dengan tindakan ear candle yang sempat populer ditawarkan di sejumlah salon kecantikan itu.
Memang rasanya aneh bila kita tak lagi mengorek-ngorek demi membersihkan telinga. Ternyata, kata Backous, semakin kita sering mengorek telinga, tubuh kita mengeluarkan lebih banyak histamine yang sebenarnya bikin kulit iritasi dan radang. Jadi, stop korek-korek telinga! (Kompas.com)
Langganan:
Postingan (Atom)





