Jakarta powerfull :
Direktur Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi
Energi, MAM Oktaufi mengatakan, Indonesia sudah mengembangkan nuklir sejak 1960-an yang dilakukan
oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional.
Energi, MAM Oktaufi mengatakan, Indonesia sudah mengembangkan nuklir sejak 1960-an yang dilakukan
oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional.
“Bahkan Indonesia sudah punya
banyak pakar nuklir yang hebat-hebat. Korea Selatan sendiri menjadikan Indonesia menjadi tempat belajar nuklir.
Kini mereka sudah menjadi ahli nuklir dan bisa membangun PLTN
sendiri,” ujar Oktaufi k.
banyak pakar nuklir yang hebat-hebat. Korea Selatan sendiri menjadikan Indonesia menjadi tempat belajar nuklir.
Kini mereka sudah menjadi ahli nuklir dan bisa membangun PLTN
sendiri,” ujar Oktaufi k.
Dikatakannya, PLTN bisa
menghasilkan listrik sebanyak
1 gigawatt dan bisa memenuhi
kebutuhan listrik orang banyak. “Kalau kita memercayai PLTN dibangun, maka sistem operasi dan orang-orangnya tentu akan
disesuaikan dengan sistem
keamananinternasional,”
tegas Oktaufi k.
menghasilkan listrik sebanyak
1 gigawatt dan bisa memenuhi
kebutuhan listrik orang banyak. “Kalau kita memercayai PLTN dibangun, maka sistem operasi dan orang-orangnya tentu akan
disesuaikan dengan sistem
keamananinternasional,”
tegas Oktaufi k.
Pengamat kelistrikan
Indonesia,
Janto Dearmando, mengamini pendapat Oktaufi k. “Dari dulu Indonesia sudah siap. Cuma sosialisasinya saja yang belum
berjalan dengan baik.
Bahkan PLTN sudah pernah
direncanakan ditempatkan di pulau-pulau terluar Indonesia sebagai uji coba,” ungkap Janto.
Ia menegaskan, secara geografis
Indonesia sangat berpotensi memiliki PLTN.
Janto Dearmando, mengamini pendapat Oktaufi k. “Dari dulu Indonesia sudah siap. Cuma sosialisasinya saja yang belum
berjalan dengan baik.
Bahkan PLTN sudah pernah
direncanakan ditempatkan di pulau-pulau terluar Indonesia sebagai uji coba,” ungkap Janto.
Ia menegaskan, secara geografis
Indonesia sangat berpotensi memiliki PLTN.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar